Langkat,Wahananews.co | Tenggelamnya seorang remaja kembali terjadi di aliran Sungai Wampu, Dusun VI Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Korban diketahui bernama Aditya Syahputra (15), pelajar kelas IX yang berdomisili di Dusun II Desa Stungkit.
Kronologi Kejadian
Sebelum tenggelam, korban bersama rekan-rekannya baru saja menyelesaikan ujian sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka kemudian menghadiri acara ulang tahun teman mereka, Arga, di Dusun VI Desa Stungkit. Seperti kebiasaan remaja, perayaan berlangsung dengan saling melempar telur dan tepung, sehingga pakaian korban menjadi kotor.
Sekira pukul 10.00 WIB, korban dan teman-temannya menuju Sungai Wampu untuk mandi dan membersihkan diri. Setibanya di lokasi, mereka berenang di sekitar aliran sungai.
Baca Juga:
Kajati Sumut Lantik Wakajati, Aspidum dan Kajari: Tegakkan Hukum, Hindari Penyalahgunaan Kewenangan
Beberapa menit kemudian, korban mencoba menyeberangi sungai. Namun saat hendak kembali ke tepian, korban diduga kelelahan akibat derasnya arus. Korban sempat meminta tolong, namun tidak mampu melawan arus yang cukup deras dan akhirnya terseret ke tengah aliran sungai.
Teman-teman korban berusaha menolong, namun derasnya arus dan kedalaman sungai membuat upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban kemudian hilang dari permukaan dan tenggelam.
Identitas Korban Aditya Syahputra (15)
Warga Dusun II Desa Stungkit, Kec. Wampu, Kab. Langkat
Sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut yakni Zulkarnain (54), penjaga getek Boiman (29), wiraswasta, Arga (15), pelajar Aji (15), pelajar, saksi merupakan warga Desa Stungkit, Kecamatan Wampu.
Setelah menerima laporan dari masyarakat dan Kepala Desa, Babinsa langsung menuju lokasi kejadian serta melaporkan ke Danramil. Tim gabungan dari BPBD Langkat, BASARNAS, Babinsa, Polsek Wampu, perangkat desa dan warga sekitar melakukan pencarian sepanjang aliran Sungai Wampu.
Baca Juga:
Bungkam Dihadapan RRN, Kompol Ras Maju Tarigan Kena Sentil Dedi Suheri
Pencarian dilakukan dengan menyisir tepian sungai dan area yang diduga menjadi titik hanyutnya korban.
Pencarian Dihentikan Sementara
Hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan. Karena kondisi sudah gelap dan jarak pandang terbatas, pihak BPBD dan tim gabungan memutuskan menghentikan pencarian sementara dan akan dilanjutkan esok hari, Jumat (8/5/2026), pada pagi hari.
Pihak keluarga dan warga sekitar masih memadati lokasi tenggelamnya korban, berharap korban segera ditemukan.[red]