Langkat,Wahananews.co | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Langkat menyatakan dukungan penuh terhadap penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Organisasi tersebut meyakini kepemimpinan Sudaryono akan memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Langkat, Rikson Purba, menilai Sudaryono memiliki pengalaman dan kapasitas yang mumpuni dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Baca Juga:
Satres Narkoba Polres Langkat Gagalkan Peredaran 53 Gram Sabu, Kasat Narkoba Pimpin Langsung Pengungkapan
Menurutnya, pemahaman terhadap tata kelola sektor pertanian dari hulu hingga hilir menjadi modal penting dalam mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
"Bapak Sudaryono memiliki pengalaman yang sudah teruji sebagai seorang pemimpin. Kinerja beliau dalam mendukung agenda swasembada pangan di bawah Kementerian Pertanian telah menunjukkan hasil yang positif. Kami optimistis, di bawah kepemimpinan beliau, Badan Gizi Nasional akan menghadirkan terobosan-terobosan baru sehingga program MBG dapat berjalan tepat sasaran," ujar Rikson Purba.
DPD Tani Merdeka Indonesia Langkat juga menilai Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah.
Baca Juga:
Babinsa Koramil 05/Salapian Hadiri Rapat Koordinasi Forkopimcam dan Masyarakat
Program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi petani, peternak, pelaku perikanan, hingga pelaku usaha lokal melalui peningkatan permintaan terhadap hasil produksi dalam negeri.
Di sisi lain, Rikson mengingatkan pentingnya pelaksanaan program secara transparan, akuntabel, dan terbuka terhadap pengawasan publik. Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat harus dijadikan bahan evaluasi agar program dapat terus disempurnakan.
"Segala upaya perbaikan ekonomi bangsa membutuhkan proses dan kejujuran. Kritik harus dijadikan modal evaluasi untuk pembenahan. Membangun kesejahteraan masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi kita sedang berada di jalur yang benar.