Program ini mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Ilhamsyah Bagun, S.T., M.T., bersama Sekretaris Dinas Pendidikan, Robert H. Ginting, yang mendorong lahirnya inovasi pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan penguatan karakter di sekolah dasar.
Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Langkat berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal terbentuknya budaya sekolah yang hijau, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dalam membangun generasi penerus bangsa.
Baca Juga:
Pemkab Deli Serdang Akan Aspal Jalan di Sibolangit, Pancur Batu & Kutalimbaru
Dengan mengusung semangat "Tanam Hari Ini, Panen Masa Depan", Program TAHAPAN diharapkan tidak hanya menghasilkan kebun sekolah yang produktif, tetapi juga melahirkan peserta didik yang berkarakter, peduli lingkungan, memiliki semangat gotong royong, serta memahami pentingnya ketahanan pangan bagi masa depan Indonesia.
Klub Indonesia Hijau Sumatera Utara Dukung Gerakan TAHAPAN pada MPLS 2026: Menanam Bibit, Menumbuhkan Generasi Peduli Lingkungan
Langkat, 16 Juli 2026 – Klub Indonesia Hijau (KIH) Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui dunia pendidikan dengan mendukung pelaksanaan Program TAHAPAN (Tanam Hari Ini, Panen Masa Depan) pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027, Kamis (16/7).
Program ini merupakan gerakan kolaboratif yang digagas oleh Lidia Sari Batubara, S.Pd. sebagai Ketua KKG Gugus 2, Kecamatan Binjai. bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Langkat, dan Klub Indonesia Hijau, sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan, membangun karakter peserta didik, serta membiasakan aksi nyata menjaga alam sejak hari pertama mereka memasuki sekolah.
Baca Juga:
Kemendagri Buka Lowongan Pendamping Kecamatan, Gaji Rp 3 Juta Per Bulan
Ketua Klub Indonesia Hijau Sumatera Utara, Iskandar Usman, didampingi Sekretaris Eko Hendra Mulyawan, menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan harus dimulai sejak usia dini melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna.
"Kami percaya bahwa kecintaan terhadap lingkungan tidak cukup diajarkan melalui teori. Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk menyentuh tanah, menanam, merawat, dan menyaksikan sendiri proses tumbuhnya kehidupan. Dari situlah akan lahir rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap alam," ujar Iskandar Usman.
Pelaksanaan Program TAHAPAN dilakukan secara serentak di tiga sekolah dasar di wilayah Tanjung Jati, yaitu SD Negeri 054870 Tanjung Jati, SD Negeri 057202 Tanjung Jati, dan SD Negeri 050585 Tanjung Jati. Kegiatan dipandu oleh guru kelas I di masing-masing sekolah dan melibatkan peserta didik dalam penanaman bibit sebagai simbol dimulainya perjalanan belajar sekaligus komitmen menjaga lingkungan.