Ketiga, ekowisata budaya Kampung Lama.
Desa Telagah memiliki jejak sejarah pemukiman tua serta tradisi gotong royong masyarakat yang masih kuat. Potensi tersebut dinilai dapat dikemas menjadi paket wisata sejarah dan budaya yang menarik bagi wisatawan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Ketua Klub Indonesia Hijau (KIH) Sumut, Iskandar Usman, mengatakan pengembangan ekowisata dapat menjadi jalan tengah antara upaya menjaga kelestarian alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Jalin Sinergitas dan Silaturahmi, Sat Binmas Polres Binjai Laksanakan Sambang Desa Ke Kecamatan Sei Bingei
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut berpotensi melahirkan berbagai aktivitas ekonomi baru, seperti homestay, warung, jasa pemandu wisata, rantai pasok produk lokal hingga membuka lapangan kerja hijau atau green jobs bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Anggota DPD RI Muhammad Nuh menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat agar mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Sejumlah dukungan yang akan didorong di antaranya melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendorong penetapan status Desa Wisata serta dukungan pengembangan, dan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendorong program hutan sosial, perhutanan sosial serta penetapan kawasan ekosistem esensial.
Muhammad Nuh menegaskan, pencanangan Ekowisata “Kampung Lama” tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Ini bukan sekadar menanam pohon dan melepas ikan secara seremonial. Ini adalah investasi jangka panjang agar masyarakat Langkat memiliki sumber ekonomi yang lestari dan tidak merusak alam,” tegas M. Nuh.
Baca Juga:
Aksi Teror Oknum Ormas di Namu Ukur Selatan Meresahkan Warga
Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas lingkungan dan berbagai pihak lainnya, Ekowisata “Kampung Lama” diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan wisata berbasis konservasi yang mampu menjaga alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.[red]