Langkat,Wahananews.co | Komitmen terhadap kepedulian sosial kembali ditunjukkan Mutiara Kids melalui program rutin Jumat Berkah Mutiara Kids yang digelar di Stabat. Jum'at (22/5/2026) lalu. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 bungkus nasi dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Program Jumat Berkah telah menjadi agenda sosial rutin yang dilaksanakan setiap bulan pada pekan pertama. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Mutiara Kids tidak hanya berfokus pada layanan terapi tumbuh kembang anak dan pendidikan inklusif, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk berbagi dan berkontribusi bagi masyarakat.
Baca Juga:
PLN UP3 Karawang Salurkan Donasi Pegawai di Hari Siaga Idulfitri
Founder Mutiara Kids, Ebenezer Manullang, S.Psi., M.Psi., CHT., NLP., menyampaikan apresiasi kepada seluruh orangtua yang selama ini telah memberikan dukungan, kepercayaan, serta doa bagi perkembangan Mutiara Kids.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan luar biasa dari para orangtua. Mutiara Kids dapat bertumbuh hingga hari ini bukan hanya karena kerja keras tim, tetapi juga karena kepercayaan dan doa dari banyak keluarga yang mempercayakan proses tumbuh kembang anaknya kepada kami,” ujarnya.
Menurutnya, Program Jumat Berkah lahir dari keyakinan bahwa setiap keberhasilan yang diraih sebuah lembaga harus mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, sebagian hasil dari berbagai aktivitas layanan Mutiara Kids dikembalikan kepada masyarakat melalui kegiatan sosial yang bermanfaat.
Baca Juga:
Srikandi dan PIKK PLN UP3 Majalaya Tebar Berkah Ramadan dengan Berbagi Takjil kepada Masyarakat
Menariknya, program ini juga mendapat partisipasi langsung dari para orangtua. Meski layanan konsultasi di Mutiara Kids diberikan secara gratis, banyak orangtua yang secara sukarela ikut berkontribusi untuk mendukung keberlangsungan Program Jumat Berkah.
Hal tersebut menunjukkan tumbuhnya kesadaran sosial di tengah para orangtua yang memahami bahwa setiap kebaikan yang dilakukan akan memberikan manfaat bagi banyak orang. Dukungan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga simbol kebersamaan dalam membangun budaya berbagi.
“Banyak orangtua tetap ingin berpartisipasi karena mereka memahami bahwa kegiatan sosial seperti ini perlu terus didukung. Bagi kami, yang paling berharga bukanlah jumlah dana yang terkumpul, melainkan keikhlasan, kepedulian, dan doa yang menyertainya,” jelas Ebenezer.