Langkat,Wahananews.co | Kegiatan diseminasi penyusunan desain ekosistem agribisnis sawit rakyat pedesaan yang andal dan berkelanjutan telah sukses dilaksanakan,Kamis, (29/4/2026), bertempat di Hotel Mirah Bogor.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor sebagai bagian dari upaya penguatan sektor perkebunan rakyat berbasis riset dan kolaborasi multipihak.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, antara lain perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian terkait yang diwakili oleh Bapak Mula, Ketua Tim PSP3 Prof. Dr. rer. nat. Jaenal Effendi, Kepala Dinas Koperasi serta Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan dari tiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan.
Baca Juga:
Begini Cara PLN Tekan Emisi Karbon Sekaligus Merehabilitasi Lahan
Turut hadir pula Kepala Dinas Pertanian/Perkebunan Kabupaten Langkat Bapak Henri Tarigan, perwakilan dinas dari dua kabupaten di Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan, serta para pendamping lapangan PSP3, termasuk Rikson Purba.
Diseminasi ini memaparkan hasil kajian dan rancangan desain ekosistem agribisnis sawit rakyat yang mencakup penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses pembiayaan, penerapan teknologi tepat guna, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta sistem pemasaran yang efisien dan berkeadilan.
Seluruh komponen tersebut dirancang dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan melalui praktik perkebunan yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap tantangan global.
Baca Juga:
Kabar Gembira, IPB Resmi Buka Pendaftaran Program Studi Kedokteran
Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku lapangan, kegiatan ini diharapkan menjadi landasan kuat dalam merumuskan kebijakan dan program strategis ke depan.
Dalam kutipan resminya disampaikan:
“Kiranya kegiatan ini dapat menyimpulkan suatu program yang nantinya dapat menjadi bahan program Kementerian Pertanian dan Perkebunan sebagai metode untuk mewujudkan ekosistem agribisnis sawit rakyat pedesaan yang andal dan berkelanjutan.”
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong transformasi sektor perkebunan sawit rakyat menuju sistem agribisnis modern yang terintegrasi, inklusif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi pedesaan.[red]